Hy guys... welcome back to my blog.. hehe
Udah berasa kaya vlogger aja ya karena keseringan
nonton youtube, hehe.
Baiklah pembaca setia, tanpa lama-lama dalam
tulisan kali ini saya akan menceritakan pengalaman tentang pindah rumah dan
meninggalkan kontrakan bersama suami, alhamdulillah saya dan suami kini sudah
menempati rumah baru kami. yuhuuuuuuu...!!!
Meskipun rumah cicilan tapi
setidaknya sudah rumah sendiri, uang untuk bayar kontrakan kini sudah bisa
ditabung dan dibayarkan ke rumah pribadi. Alhamdulillah..
Rumah tipe 36+ menjadi pilihan saya dan suami,
selain letaknya masih dalam kota dan dekat dengan tempat kerja suami, rumah ini
juga memiliki mode yang tidak hanya minimalis tapi juga minimanis, hehe. Ya
Allah dari tadi saya banyak tertawa, mungkin karena perasaan yang sedang
bahagia. Bagaimana tidak, dua bulan menikah Allah begitu deras membanjiri kami
dengan rahmatnya. Tidak bermaksud riya, setelah rumah ini kami huni kami bisa
membeli peralatan dan perabotan rumah yang sesuai dengan kebutuhan baik itu
sifatnya primer maupun sekunder, alhamdulillah. Kebutuhan tersier masih loading
minta ke Allah, di sholawatin aja dulu, hehe
Begitulah Allah membuktikan janji Nya, reski
orang menikah itu memang double. Seperti yang ustad Adi Hidayat pernah sampaikan, jajan anak TK-SD-SMP-SMA-Kuliah saja berbeda sesuai tingkatannya, apalagi
rezkinya orang yang belum menikah dan menikah. Bagi teman-teman yang
belum menikah karena pertimbangan masalah ekonomi, ayooo jangan ragu. Selagi
ada usaha maka Allah akan berikan rezki Nya pada hamba Nya.
Saya dan suami sampai detik ini kadang masih
belum percaya atas apa yang kami miliki saat ini, bayangkan saja suami yang
dulu gharim masjid, penjual gorengan yang mengumpulkan untung seribu demi
seribu tapi dengan yakinnya bahwa dia mencari reski untuk menikahi saya, maka
Allah bukakan jalan lebar-lebar. Metamorfosa yang Allah berikan hanya dalam
hitungan bulan, melalui tangan-tanganNya yang ada di muka bumi ini.
Tapi menikah tidak hanya bermodalkan yakin saja,
misalnya “yakin aja saya akan menikah” tapi tanpa usaha. Allah juga gak akan
nurunin uang dari langit buat modal menikah. Menikah itu yakin dan usaha, bagi
laki-laki yakin akan mampu menjadi imam yang baik usahanya belajar mencari
nafkah untuk diri sendiri dulu. Begitupun dengan perempuan, yakin akan jadi
istri yang baik makmum yang baik maka usahanya belajar menutup aurat dengan
baik, belajar masak, dll.
Saya dahulu juga bukan perempuan yang jago masak
seperti sahabat saya “yona”, tapi saya belajar setidaknya saya pernah bertanya
pada yona kalau mau masak ini bahannya apa-apa saja, caranya apa saja, dan
bertanya adalah bentuk usaha, mungkin sekarang kalau ingin mudahnya bisa tonton
youtube atau baca blog teman-teman yang sharing tentang resep masakan. Pokoknya
usaha saja dulu, yakinkan Allah kalau kita mau menikah. Pujuk Allah dulu
insyaaAllah rezkiNya akan mengikuti keyakinan dan usahamu.
Balik lagi ke rumah baru kami, di kompleks ini
ada empat belas rumah dan rata-rata semuanya sudah berkeluarga. Di anatara sekian
banyak yang berkeluarga, kami satu-satunya pasangan dengan usia yang masih
sangat muda, selebihnya berumur sekitar 28-30 tahun. MasyaaAllah ada kebanggan
tersendiri rasanya, masih muda tapi sudah menikah, sudah bisa mencicil rumah
ditengah keterbatasan-keterbatasan lainnya.
Begitulah kasih dan sayangnya Allah pada kami,
sebab umur yang masih sangat muda maka ditempatkan kami dengan
tetangga-tetangga yang sudah berpengalaman lebih lama dalam berumah tangga.
Agar kami dapat belajar agar kami di tunjuk ajar jika menemukan masalah dalam
perjalanan rumah tangga ini ke depannya. Maka nikmat Tuhan mu mana lagi yang
engkau dustakan??? Menikahlah sahabat, sebab menikah itu mendamaikan dan
menentramkan.
Dan semoga rumah ini menjadi rumah yang tenang,
indah dan damai. Semoga di rumah ini kelak akan lahir anak-anak yang shaleh dan
shaliha, Amiin. Doakan kami ya sahabat agar selalu sakinnah, mawaddah dan wa
rahmah, dan kami senantiasa mendoakan sahabat dengan segala kebaikan yang sama,
yang belum menikah semoga segera menikah, yang sudah menikah semoga Allah
segerakan rezki berupa anak yang shaleh dan shaliha begitu juga untuk kami
hendaknya, amiin.
See u to the next story yah sahabat pembaca...




No comments