DUA MINGGU JADI ISTRI

Hari ini sudah enam hari aku ikut suami di tanah rantau, sudah enam hari pula aku memiliki kebiasaan dan rutinitas baru sebagai seorang istri. Memasak, mencucui pakaian, mencuci piring, menyetrika, bersih-bersih rumah dan kegiatan lain yang sama seperti ibu rumah tangga biasa lakukan. Aku mulai bingung mengganti menu dari kemarin, karena setiap kali bertanya ke suami jawabnya “terserah sayang saja”. Aku tahu ini semua bagian dari proses kehidupanku sebagai seorang wanita dan ibu rumah tangga, aku harus mampu memanage diriku sendiri dan keadaan rumah kami (lebih tepatnya kontrakan).



Namun, sejak dua hari yang lalu suami (biasa aku panggil abang) mulai khawatir meninggalkan ku di kontrakkan. Bukan sebab abang tidak percaya kepadaku, melainkan abang khawatir aku mulai bosan dan merasa terpenjara di kontrakan yang berukuran 5x4m ini. “adek mulai bosan ya disini?” dengan nada penuh kasih sayang pagi itu abang bertanya kepadaku. “tidak, adek nyaman kok bang, kenapa?” jawabku. “abang khawatir adek mulai bosan, sumpek di kontrakan, sabar dulu ya sembari abang carikan kerja” jelasnya. “abang izinkan adek kerja? Abang ikhlas, ridho kalo adek kerja?”, “abang ikhlas dan ridho adek, selagi tanggung jawab dan tugas adek sebagai istri tidak terlalaikan, bisa menjaga ibadahnya dan menjaga kepercayaan abang, abang juga ingin istri abang berkembang dan memanfaatkan ilmu untuk berbagi kepada banyak orang”.

Aku memeluknya sembari berbisik ditelinganya, “terimakasih abang, adek sayang abang”. Abang mengecup keningku mesra dan aku menyalaminya karena sudah jam abang berangkat kerja. Aku bahagia sekali diberi izin bekerja, karena sebelum menikah hal ini juga sudah pernah kami bahas. Di dalam hati aku memohon kepada Allah, semoga Allah segerakan pekerjaan yang baik untukku sesuai dengan kemampuanku. Siang seperti biasanya setelah abang berangkat kerja, aku mulai memasak.
Hari ini masakanku, cah kangkung dan sarden pedas manis. Masakan sederhana untuk kami yang hatinya sedang bermekaran sebab aroma-aroma baru halal masih terasa segar. Zzzzt-zzzt hp ku bergetar “sayang” begitulah chat dari abang yang sering menyapaku dari jarak beberapa meter, ya jarak antara kontrakan kami dan kedai abang hanya beberapa meter saja. “ya sayang, abang lagi apa?” aku juga sering bertanya seperti ini, yang jawabannya sudah bisa ku tebak. Teryata pesan berikutnya dari abang tidak sesuai dengan tebakanku, abang mengirimkan informasi lowongan pekerjaan, abang memintaku untuk segara menelpon cp yang tertera di pengumuman tersebut.

Tanpa berfikir panjang aku segera menelpon dan mengutarakan maksud dan tujuanku, responnya baik aku diminta membuat surat lamaran dan mengantarkannya ke lokasi. Pukul setengah dua belas siang aku mendapatkan informasi dan langsung membuat lamaran, pukul setengah satu aku dan abang mengantarkan lamaran tersebut. Diluar dugaan aku langsung diwawancarai dan diterima, meski belum sesuai dengan latar belakang pendidikanku, tapi aku bangga bisa kembali menjadi bagian dari universitas impianku (baca buku Cahaya di Kota Budaya). Ya, aku kini mengajar TK di Laboratorium PAUD Universitas Riau.

Perasaan dan fikiranku dibawa ke lima tahun silam, saat aku berjuang di kampus ini. Sebelum memutuskan keluar dari kampus ini, aku pernah berkata dalam hati ku, “UR aku akan kembali dengan kisah yang berbeda” Allah maha besar, Allah memang sesuai dengan prasangka hambaNya, aku kembali dengan kisah yang berbeda. Aku masih ingat betul, jalan yang pernah aku tapaki. Bagaimana kakiku seirama dengan dzikir yang ku lantunkan, jalan-jalannya masih sama, aroma perjuangannya masih bisa ku cium baunya, panas teriknya masih sama, yang berbeda hanya kisah sebab aku kembali datang dengan kisah yang baru dan masih menjadi bagian dari universitas impianku. Kelak, semoga aku bisa mewujudkan mimpiku disini.

Begitulah pernikahan, semua serba tak terduga. Sesuai janji Allah bahwasanya pernikahan adalah mengayakan, yang tadinya tidak bekerja bisa mendapatkan pekerjaan, yang tadinya bekerja dengan rezki yang baik menjadi bekerja dengan rezki yang lebih baik lagi. Alhamdulillah...

No comments

Leave a Reply

OWNER BLOG

OWNER BLOG