ISTRI
IKHLAS: berkeinginan segera menikah dan
menjadi istri harus disertai dengan niat yang ikhlas dan semata-mata karena Allah SWT.
SABAR: setelah berstatus istri dan
menjalani pernikahan tentu yang hadir tak selalu indah, pasang surut keadaan
baik emosional, finansial bahkan iman harus dihadapi dengan sabar.
TERBUKA: sebagai perempuan yang memiliki
perasaan yang sangat halus, istri sudah seharusnya terbuka dan berterus terang
kepada suami dimulai dari hal-hal kecil dalam berumah tangga.
RIDHO: suami an istri memiliki hak dan
kewajiban satu sama lainnya, oleh karena itu istri diharapkan ridho atas
kewajiban yang diberikan kepada suami dan ridho menerima hak yang diberikan suami.
INDAH: jagalah keutuhan rumah tangga kita
dengan menjadi istri yang indah untuk suami, mengindahkan penampilan,
mengindahkan anak-anak, dan mengindahkan rumah.
Sungguh setelah menikah selain
mengejar ibadah kepada Allah agar rumah tangga selalu diliputi kedamaian,
ketentraman dan rahmat Nya, maka banyak hal lain yang harus menjadi perhatian. Misalnya,
anggaran rumah tangga apakah akan disusun perminggu atau perbulan. Target-target
yang harus dicapai seperti kapan sebaiknya memiliki rumah dan mengakhiri masa
mengontrak, meskipun mengontrak lebih romantis karena dari sudut manapun duduk
selalu melihat suami, hihihi sebab kontrakan saya sekarang berukuran 5*6m.
Visi Misi rumah tangga juga harus
jelas, seperti saya dan suami “SAKINNAH BERSAMAMU-MAWADDAH SETIAP
HARI-WA RAHMAH UNTIL JANNAH”, hihi yang jomblo dilarang baper
yaaah. Serta hal yang paling krusial adalah membicarakan masalah keturunan, ada
yang program terlebih dahulu untuk menikmati masa-masa pacaran setelah halal,
atau ada yang lansung program untuk kehamilan. Namun, sebaik-baik program
adalah program dari Allah SWT, menyerahkan kepada Allah kapan amanah itu akan
dititipkan kepada kita.
Setelah saya menikah banyak dari teman-teman yang bertanya “Bagaimana rasanya jadi istri?”, awal-awal
dulu saya hanya menjawab dengan candaan tapi dari hari ke hari saya berfikir
tidak ada salahnya berbagi. Baiklah, akan saya jelaskan rasanya jadi istri. Rasanya,
damai, tenang dan tentu bahagia, jika diberi nilai dari 1-10 maka akan saya
jawab, 9 bahagianya dan 1 kurang bahagianya, bukan tidak bahagia loh ya tapi
kurang bahagia. Kenapa? Karena kurangnya saya jauh dari orang tua, saudara dan
sahabat-sahabat saya. Tapi, lebih dari itu perasaan menjadi seorang istri
adalah damai, tenang, bahagia sebab bersama dengan dia yang kita cintai.
Tidak mungkin kan tidak ada masalah dan bahagia terus???? Tentu
muncul pertanyaan seperti ini, “YA, Masalah adalah sesuatu yang pasti dalam
sebuah rumah tangga dan masalah tidak akan merusak kebahagiaan apabila kita
menghadapi dan menyelesaikannya dengan CARAnya”. Cara yang seperti apa??? Akan saya
jelaskan pada postingan yang berikutnya...
TO BE CONTINUE
No comments