MASALAH TIDAK MERUSAK BAHAGIA


Mengutip dari postingan sebelumnya , “YA, Masalah adalah sesuatu yang pasti dalam sebuah rumah tangga dan masalah tidak akan merusak kebahagiaan apabila kita menghadapi dan menyelesaikannya dengan CARAnya”. Bagaimana cara mengatasi masalah dalam rumah tangga agar tidak merusak dan mengurangi kebahagiaan yang telah ada?? Sedikit dari cara dan pengalaman saya mungkin dapat menjadi masukan bagi teman-teman semua.

Masalah adalah hal yang fleksibel, jika dibesarkan maka akan membesar dan apabila dikecilkan maka akan kecil, tergantung hati yang mengendalikan masalah tersebut. Pernikahan yang masih hitungan bulan tentulah belum banyak pengalaman dibandingkan yang sudah lama menikah. Namun, cara yang saya dan suami lakukan mungkin akan menjadi obat dalam menyelesaikan masalah-masalah kedepannya, dan teman-teman juga bisa menerapkannya bagi yang sudah menikah tentunya, hehe. Masalah dalam pernikahan di usia-usia awal pernikahan adalah masalah emosional, naik turunnya emosi karena disebabkan beberapa faktor. 

Pertama adalah sulitnya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru pasca menikah, misalkan seperti yang saya alami saya sering sedih dan menangis karena jauh dari orang tua, suami harus exstra keras meyakinkan saya bahwa semua akan baik-baik saja. Cara mengatasi masalah tersebut dengan  sholat berjamaah bersama suami yang kemudian disusul untuk mendoakan orang tua kami. Suami berdoa dengan khusyuk sekali dan MasyaaAllah rasanya sangat menenangkan hati mengubah kegelisahan dengan ketentraman, setelah itu baru telpon orang tua dengan perasaan tenang.


Kedua adalah menyesuaikan kebiasaan, seperti yang saya dan suami alami adalah masalah hp. Suami terbiasa memainkan game parking favoritenya di hp sebelum tidur dan ini membuat saya sedikit terganggu. Begitupun sebaliknya, saat akan pergi-pergi saya seperti kebanyakan perempuan, “agak” lelet dalam berdandan tapi menurut suami saya “super” lelet. Nah kebiasaan-kebiasaan ini membuat kami berfikir cara mengatasinya tanpa harus membatasi suami bermain game atau membatasi saya berdandan, yang sebenarnya game itu hanya untuk penghilang penat suami sepulang kerja, dan saya berdandan juga tidak pake alis atau eyeliner tapi hanya memastikan hijab saya rapi.

Cara mengatasinya, kami membuat waktu kapan suami bisa bermain game favorite nya tanpa harus mengabaikan saya disampingnya, hehe. Kemudian suami juga meminta saya terlebih dahulu berkemas atau berdandan jika kami akan pergi, biasanya 15-20 menit sebelum kami berangkat.

Ketiga, adalah jangan bawa masalah sampai tidur, maksudnya sebelum tidur semua perasaan tidak enak harus dihilangkan. Mulailah untuk istri meminta maaf kepada suami meskipun bukan kita yang salah, atau sesekali suami juga boleh meminta maaf kepada istri terlebih dahulu hal itu membuat istri semakin merasa dicintai. Dimana maaf sebenarnya bukan tentang siapa yang salah dan benar, maaf adalah untuk melapangkan hati mendamaikan rumah tangga, saya dan suami membiasakan diri untuk sering-sering minta maaf bahkan setiap hari meskipun tidak ada masalah, sebab maaf membuat kita satu sama lain ridho atas apa yang dilakukan seharian.

Ketiga cara mengatasi masalah tanpa mengurangi kebahagiaan di atas bermuara pada meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, memperbanyak syukur dan sabar. Sebab sebaik-baik apapun cara yang diperbuat oleh manusia hanya Allah lah sebai-baik pemberi solusi. Tiga cara di atas dapat teman-teman mulai lakukan dengan suami, dan jika ada cara yang lain mari kita berbagi di kolom komentar, karena sesungguhnya saya hanya perempuan yang baru saja berstatus istri. Semoga bermanfaat ya teman-teman, tetap ikuti kisah-kisah berikutnya.

No comments

Leave a Reply

OWNER BLOG

OWNER BLOG